Picture of Admin
Admin

Mahasiswa dan Perpustakaanya

Oleh A. Rahman Rahim

Tulisan ini di tujukan kepada mahasiswa2 baru unda mereka manfaat yang dapat diberikan perpustakaan perguruan tinggi bagi kepentingan pendidikan dan pengajaaran mereka. Hal semacam ini diberikan dalam bentuk: (a) Bimbingan kepada pengenalan perpustakaan selama Pekan Orientasi, (b) Mengajarkan alat2 dasar perpustakaan kepada mahasiswa2 baru, dan (c) mengajarkan kepada mahasiswa2 ditingkat yang lebih tinggi menegenai penggunaan buku2 referens dan bibliografi secara khusus. Bahkan diperguruan sering diberikan introduction in the use of the library ini pada semester pertama untuk mahasiswa2 baru.

  1. Perpustakaan perguruan tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi bertugas melayani kepentingan mereka yg belajar, yang mengajar dan yang melakukan penelitian mahasiswa, dosen dan peneliti. Baiknya suatu perguruan tinggi karena baiknya perpustakaanya. Perpustakaanya terkenal, perguruan tinggi tersohor. Apa yang dikatakan “baik” disini, bukanlah semata2 yg dinilai itu kehebatan wajah gedungnya, sekian banyak jumlah koleksinya akan tetapi berapa guna dan manfaat yg dapat ditarik oleh mahasiswa, dosen dan peneliti dari koleksi perpustakaannya. Suatu gedung perpustakaan yang indah dan memiliki koleksi yang banyak tetapi tidak dikunjungi dan tidak digunakan, mungkin hanya merupakan suatu gudang buku. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan alat kelengkapan yang vital bagi seluruh proses pengajaran, sama vitalnya dengan staf pengajar dan laboratorium. Tanpa ini proses pengajaran tak akan jalan. Tanpa salah kerjasama ketiga anasir ini bimbingan dosen, fasilitas perpustakaan dan laboratorium akan membukakan kesempatan baik bagi tumbuhnya dan berkembangannya pengajaran menurut kurrikulum. Karena funksi2 mereka itu harus ditentukan oleh tujuan perguruan tinggi. Apakah tugas dan tujuan perguruan tinggi kita.

Tria Dharma Perguruan tinggi terdiri dari (a) pendidikan dan pengajaran (b) penelitian, (3) pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya dlm Undang2 No. 2 tahun 1961 bab 1 pasal 2, antara “Perguruan tinggi pada umumnya bertujuan (1) Membentuk manusia susila yang berjuwa Pancasila dan bertanggung jawab akan terwujudnya masyarakat sosialis Indonesia yg adil dan makmur, materill dan spirituil; (2) Menyiapkan tenaga yang cakap untuk memangku jabatanyg memerlukan pendidikan tinggi dan yang cakap berdiri sendiri dalam memlihara dan memajukan pengetahuan; (3) Melakukan penelitian dan usaha kemajuan dalam lapangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan kehidupan kemasyarakatan”.

  1. Buku dan majalah ilmiyah

Betapapun baiknya kuliah2 yang diterima oleh para mahasiswa dari dosen2nyam tidak akan menyempurnakan bahan2nya tanpa membaca sumber2 yang dijadikan bahan2 daripada kuliah2 itu. Bahan2 sumber itu ditemukan didalam buku2 dan dimajalah2 ilmiyah. Buku2 ada yg diwajibkan membacanya karena merupakan sumber pokok, dan ada pula yang dianjurkan karena mempunyai hubungan yg dapat memperkaya sumber pokok tadi.

Sedangkan majalah2 ilmiyah (mungkin juga tulisan2 di surat kabar) dapat membantu memperoleh informasi yang up-to-date. Akan tetapi, untuk membeli semua buku dan berlangganan semua majalah ilmiyah (dan suratkabar) menurut tuntutan seluruh mata kuliah yang diterima sesungguhnya harganya tidak sedikit, lebih2 lagi tidak sedikit, lebih2 lagi tidak ekonimis (effisien). Alasan tidak ekonomis ini bagi mereka yang mampu. Tetapi berapa jumlah mereka ini dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang tidak mampu? Kesukaran kedua, bahwa kebanyakannya buku2 yg demikian sangat sukar ditemukan di toko2 buku setempat, kecuali seharusnya ada tersedia di perpustakaan.

Berlangganan majalah-majalah dan surat2 kabarpun tidak semua mahasiswa (bahkan mungkin dosen) yang dapat melakukannya, dan mungkin pula tidak seluruhnya dari nomor penerbitannya dan atau artikel2nya yang di perlukan (hanya satu atau dua saja).

Untuk berusaha mengatasi kesukaran2 semacam itu dalam rangka memperlancar kepentingan belahar, mengajar maupun melakukan penelitian, belum ada suatu alat yg dapat menggantikan peranan perpustakaan.

Adapun funksi buku2 diperguruan tinggi, pd umumnya ditujukan untuk memenuhi: (a) kebutuhan referens, (b) kebutuhan kurrikulum, dan (c) kebutuhan yang bersifatnya umum. Funksi2 refrenslah yang pertama2 dan utama diadakan. Ini berarti, bahwa perpustakaan harus mempunyai buku2 standard refrens umum disamping buku2 refrens dalam berbagai2 bidang ilmu pengetahuan. Tentunya tekanan diberkan kepada mata2 kuliah dalam kurikulum. Kurrikulum kita mewajibkan buku2 text dan buku2 yg ada hubungannya dnegan setiap mata kuliah (books for collateral reading). Buku2 ini seharusnya dalam jumlah cukup. Rationya 10:1—sepuluh buku untuk seorang mahasiswa. Ini dapat diperkembangkan tentunya menurut keadaan kemampuan individuil suatu perpustakaan perguruan tinggi. Disamping itu dalam funksinya yang umum, perpustakaan diperlengkapi pula dengan buku2 yang dapat bernilai rekreatif. Karean buku2semacam ini dapat merupakan inner stimulation, dapat memancing minta, memberikan kesempatan bagi kepuasan keinginan tahu yang sifatnya intelektualita (intellectual curiosity).

Untuk membangun koleksi yang dapat memenuhi tuntutan2 funksi tsb., membutuhkan waktu, kesabaran, kecermatan dan keputusan yang baik. Tentunya menurut suatu rencana.

  1. Mahasiswa dan perpustakaannya

Seperti dikemukakan tadi, maka bagi mahasiswa tak ada pilihan lain kecuali harus berkenalan dan bersahabat dengan perpustakaannya. Kadang2 dengan sukarela tetapi sering pula dengan paksa. Sukarela karena didorong oleh kehendak perpustakaan berkonsultasi dengan bahan2 perpustakaan, sebab ada penugasan (assignments) dari dosen2 yg bahan2 itu hanya ada tersedia di perpustakaan.

Dalam hal ini, para mahasiswa baru kiranya dapat mensyukuri rahmat Allah dan berterima kasih kepada perguruan tingginya, karena adanya perpustakaan yang disediakan gi bagi mahasiswa. Mahasiswa akan rugi dan mesti kerugiannya apabila tidak menggunakan perpustakaanya. Rakyat juga turut menanggung kerugian itu, karena perguruan tinggi dibiayai oleh peemrintah, yang asalnya dari rakyat.

Bagaimana menggunakan perpustakaan tentu petugas2 perpustakaan perguruan tinggi dengan segala senang hati akan membantu mahasiswa2nya.

U. Pandang Baru, 12 Peb 1974

Pertama kali diterbitkan oleh Surat Kabar Pedoman Rakyat