Picture of Admin
Admin

Gelar Lokakarya Literasi Digital: Membangun Kesadaran Digital Cerdas dan Bertanggungjawab di Sulawesi Selatan

Reportakawan— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Lokakarya Literasi Digital dengan tema “Membangun Kesadaran Literasi Digital Cerdas dan Bertanggung Jawab sebagai Pilar Masyarakat Sulawesi Selatan yang Maju dan Berkarakter”, yang berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Ballroom Andalan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara ini dihadiri sekitar 230 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pegiat literasi digital, dan masyarakat umum. Lokakarya dibuka oleh Kabid Perpustakaan, Drs. H. Andi Sangkawana, MM.

Selama acara, peserta terlihat sangat antusias dan aktif berdiskusi serta memberikan tanggapan terhadap berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi interaktif.

Tiga narasumber utama dihadirkan dalam lokakarya ini, yaitu Sultan Rakib, Sekretaris Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Sulawesi Selatan; Dr. Irvan Mulyadi, MA, Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar; dan Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, M.Si, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin. Acara ini dimoderatori oleh Nurmadia Syam.

Sultan Rakib dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran pemuda dalam ekosistem digital. Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara positif serta meningkatkan pemahaman terkait keamanan siber, mengingat derasnya arus informasi digital yang saat ini terjadi.

Di sisi lain, Dr. Irvan Mulyadi, MA mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Digital sebagai Pilar Kemajuan dan Karakter Bangsa”, yang menekankan pada pentingnya kesadaran literasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk membangun nilai-nilai positif serta memperkuat karakter bangsa.

Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, M.Si, pada kesempatan yang sama, menyampaikan materi tentang “Literasi Digital dan Netiket di Era New Media”. Beliau menekankan pentingnya etika berkomunikasi dalam media sosial, serta perlunya pemahaman norma, sopan santun, dan tanggung jawab moral dalam berinteraksi di ruang digital. Menurutnya, literasi digital lebih dari sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan juga soal menciptakan budaya komunikasi yang santun dan mencerminkan karakter bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya generasi muda, dapat semakin bijak dalam menggunakan teknologi digital dan berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, serta produktif.

(Ard/Ziy)