Picture of Admin
Admin

Perpustakaan Keliling Hadir di Lapas Kelas I Makassar

Reportakawan—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya melalui layanan perpustakaan keliling yang kali ini menyapa warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Pustakawan Ahli Madya Safaruddin bersama tim pustakawan lainnya. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, bersama jajaran pejabat struktural.

Dalam kunjungan tersebut, tim perpustakaan keliling membawa berbagai koleksi bacaan menarik, mulai dari buku pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, hingga keagamaan. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menambah wawasan, memperkaya pengetahuan, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif serta membangun karakter positif.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.

“Kami sangat mengapresiasi program perpustakaan keliling ini. Kehadiran layanan literasi seperti ini sejalan dengan upaya kami dalam membina dan meningkatkan kualitas warga binaan, terutama dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi untuk menghadirkan literasi yang inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk mengakses pengetahuan. Literasi adalah jembatan menuju perubahan dan perbaikan diri — nilai yang sangat sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Selatan untuk mewujudkan Sulsel yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar perwakilan dinas.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para warga binaan. Mereka tampak aktif memilih dan membaca buku-buku yang disediakan, bahkan berharap agar kegiatan seperti ini dapat diadakan secara berkelanjutan.

Melalui layanan perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan berharap semangat membaca dan belajar di kalangan warga binaan terus tumbuh, serta dapat menumbuhkan nilai-nilai positif yang menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke masyarakat.

Literasi tidak mengenal batas ruang dan status — ia hadir sebagai cahaya pengetahuan yang mampu menuntun siapa pun menuju masa depan yang lebih baik.

(aff/sri)