Picture of Admin
Admin

60 Pustakawan Ikuti Sertifikasi di Sulsel, Targetkan SDM Kompeten dan Berprestastasi

Reportakawan—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan Pusat Pembinaan Pustakawan (Pusbinawan) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI gelar kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan Sertifikasi Pustakawan di Aula Kampus II Badan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Opu Daeng Risadju, Makassar, Kamis (23/10).

Usung tema “Pusbinawan Wujudkan Pustakawan Profesional, Unggul, dan Berprestasi”, kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta dari berbagai instansi yang ada di Sulawesi Selatan maupun dari luar pulau Sulawesi.

Diketahui bahwa Lembaga Sertifikasi Pustakawan (LSP Pustakawan) menghadirkan 14 asesor yang bertugas dalam melakukan proses asesmen kompetensi peserta.

Kepala Pusbinawan Perpusnas RI, Drs. Agus Sutoyo, M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kepustakawanan di  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai instansi dengan pustakawan terbanyak.

“Ini perhatian perpustakaan nasional yang begitu besar, bagaimana kita bias belajar dari Sulsel [Sulawesi Selatan] sebagai salah satu percontohan kepustakawanan Indonesia, karena pustakawan yang terbesar [terbanyak] ada di Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, lebih dari 75 pustakawan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Drs. Agus Sutoyo juga menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan daerah ke enam dari delapan daerah yang akan melaksanakan kegiatan sertifikasi pustakawan.

“Dari delapan daerah, ini yang ke enam. Dalam pelaksanaannya, mudah-mudahan bisa cepat selesai sebelum Desember. Mudah-mudahan akhir November, pelaksanaan sertifikasi ini sudah kita tuntaskan,” bebernya.

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Dalam sambutannya, Muhammad Jufri menegaskan perihal pentingnya pustakawan yang profesional dan kompeten dalam proses pembangunan bangsa.

“Kehadiran teman-teman sebagai pustakawan dengan kompetensi yang dibutuhkan, itu sangat membantu tugas-tugas kita melaksanakan pengembangan literasi, pengembangan minat baca, dan pengembangan Pendidikan emas anak kita.”

Sebaliknya, ia menuturkan bahwa, tak ada artinya perpustakaan yang memiliki fasilitas lengkap tanpa pustakawan yang profesional dan kompeten.

“Sebaik apapun perpustakaan yang kita bina, fasilitasnya mewah, lengkap, dengan segala pustaka yang kita punya, tapi tidak dikelolah dengan SDM [Sumber Daya manusia] yang profesional, pustakawan yang kompeten, tentu ini tidak memberikan makna yang berarti,” tambahnya.

Dalam agendanya, kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan Sertifikasi Pustakawan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (23/10) hingga Jum’at (24/10).

Salah satu panitia lokal, Syamsul Arif, S.Sos., M.A., mengharapkan kegiatan tersebut dapat terlaksana tanpa kendala, hingga membentuk SDM pustakawan yang kompeten.

“Harapan saya kepada teman-teman pengelolah dan pustakawan, mari kita mengikuti kompetensi ini agar betul-betul kita menjadi suatu pustakawan, seorang pengelolah perpustakaan yang memang professional dan kompeten dibidang kita,” pungkasnya.

(aff/ziy)