Reportakawan—Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan (HIMAJIP) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar kegiatan Perkampungan Literasi Lanjutan (PLL) sebagai bagian dari proses pengkaderan mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kegiatan ini berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Perpustakaan Abdurrasyid Dg Lurang.
Mengusung tema “Terbinanya Kader HIMAJIP yang Memiliki Kemampuan Intelektual dan Responsif terhadap Dinamika Perpustakaan”, PLL menjadi jenjang lanjutan setelah Perkampungan Literasi Dasar (PLD). Program ini ditujukan untuk memperdalam pemahaman terkait Ilmu Perpustakaan sekaligus menjadi salah satu syarat untuk menjadi pengurus HIMAJIP.
Touku Umar, Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan yang juga membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa mahasiswa Ilmu Perpustakaan perlu memiliki pemikiran intelektual yang kuat. Ia menyebut HIMAJIP sebagai wadah pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa.
“Organisasi HIMAJIP selalu menjadi perpanjangan prodi Ilmu Perpustakaan sekaligus menjadi tempat belajar bagi mahasiswa,” ujarnya (4/12).
Ia berharap PLL dapat terus berlanjut untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan dan dinamika dunia perpustakaan.
“Kegiatan ini harus terus berlanjut agar mahasiswa yang melanjutkan tongkat estafet mampu berpikir intelektual dan menyelesaikan persoalan-persoalan perpustakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIMAJIP, Muh Rahman, menekankan bahwa PLL bukan sekadar jenjang kaderisasi, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk kader yang dapat mengembalikan marwah pustakawan.
“Saya berharap rangkaian kegiatan tahun ini dapat menghasilkan kader intelektual yang mampu mengembalikan citra perpustakaan sebagai tempat proses mencerdaskan kehidupan bangsa serta ruang ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Rahman juga mengingatkan peserta untuk tidak menganggap remeh dinamika perpustakaan, terlebih karena melalui forum ini mereka mendapatkan materi mendalam terkait perkembangan dunia perpustakaan, khususnya di Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya sikap kritis bagi setiap kader HIMAJIP.
“Seluruh kader harus mampu melihat dinamika di perpustakaan dan bersikap kritis terhadap kebijakan yang ada. Saya berharap kader yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi cendekia Ilmu Perpustakaan di masa depan,” pungkasnya.
(Ard/Ziy)
