Ayah

Oleh : Nurul Hidayah Ramadani Ridwan

Seseorang yang tak pernah lekas dari ingatanku, ayah merupakan panutanku selama ini. Walau terkadang perbuatanku atau bahkan mungkin perkataanku membuat ayah terkadang merasa telah gagal mendidikku. Tapi percayalah ayah, semua didikanmu akan selalu aku ingat.

Ayah adalah laki-laki pertama yang mendengarkanku lantunan adzan, ayahlah yang mengajariku untuk senantiasa menghargai waktu dan jangan mnegeluh menghadapi beban hidup kedepannya, ayahlah orang yang menguatkanku manakala putri mu ini mendapat masalah. Terlalu banyak nasehatmu yang kau katakan padaku, sehingga sangat kecil kemungkinan untuk ku tulis disini.

Usiaku sekarang akan menginjak usia remaja ayah tapi, di mata ayah aku tetap putri kecil ayah. Putri kecil yang diajari naik sepeda roda tiga sampai aku bisa dengan mandiri bermain sepeda. Putri kecil yang diajari untuk selalu tegar menghadapi dunia ini.

Jarak memang memisahkan kita. Tapi itu bukan sebagai penghalang kita untuk senantiasa berkabar. Pulsa, jaringan, atau bahkan waktu mungkin sering menjadi penghmbat untuk berbagi kabar, tapi ayah harus selalu ingat putri kecilmu ini akan selalu menyebutmu dalam doa-doanya.

Selamat Hari Ayah Se-Indonesia….
Untuk semua ayah. Dan untuk semua yang menjadi anak rantau di kota orang, jagalah dan ingatlah semua perjuangan yang sudah dilakukan ayah.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, semester I.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *