“Merindukan Keadilan” Oleh : Reniati Nur

Sukmaku memberontak saat melihat dirimu terlantarkan,
Mataku tak kuat saat memandangmu tertidur lelap.

Disini bukan tempatmu,
Harusnya kau berada di tempat yang empuk nan nyaman tanpa beban. Ketika terbangun kau seperti tak ada beban, dan sepertinya saya yang bermasalah pada saat itu.

Kutanya kenapa kau tak pulang?
“ini agar aku bisa sekolah” katamu. Sembari menatapku seperti menatap banyak harapan.

Gemuruh kendaraan dan percakapanku yang tak saling mengenal, sembari berkutat, sepertinya di antaraku tertelungkup di dalam ego kaum sosialita yang tak mempunyai hati.

Dengan bangganya, mereka memamerkan kekuasaannya yang fana, tanpa memikirkan orang-orang pinggiran yang membutuhkan belas kasihannya.Mereka butuh uluran tanganmu, wahai orang-orang berdasi.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, semester V.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *