Saat senja membawa tawa dalam suka
membiarkan malam melelapkan segala impian
hingga waktu berlalu dan saling meninggalkan
merelakan usang menggerumuti sampai tak tersisa
Meski telah ku upayakan
tak lagi mengingat kejadian miris itu
peristiwa bodoh yang selalu menghantuiku
mencekam dalam heningnya suasana
bagai terpaan angin yang merobek langit malam ini
Kalaupun masa telah merubah arti penyesalan
TOLONG!!! AWAS…
jaga dirimu dari makhluk biadab itu
mereka tak akan puas
hingga kau hancur dan tiada
Wahai sang waktu…
kisahku telah menjadi misteri dalam bingkai cerita yang penuh tanda tanya
seperti “MAUT” yang menjumpai jiwa yang masih terbalut raga
Hingga…
sesal semakin berkuasa menjemput kematian
menyelinap pilu di antara tulang belulang
ia mencari ketika perlu saja
dan lupa setelah mendapatkan apa yang di inginkan
Detik tak henti melemahkan kuat
hanya bekas dan bekas disisahkan
tak ada lagi kata “MENYESAL”
melainkan rasa malu yang di tinggalkan
sebab semuanya tak akan sama lagi
seperti putaran waktu yang tak akan kembali
*Penulis merupakan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, Fakuktas Adab dan Humaniora, semester I.

