5 tahun sudah terlewatkan jalani hidup dalam nuansa pekat, sekarang jauh yang dulunya dekat kenyataan perlahan ganggu semangat. tidaklah mudah bagiku menelan sejuta realita ini, berdansa dengan hukum hidup, ditepi kodrat amat pahit ini, benar sangat berat..
Dikeheningan malam datang secercah harapan untuk menyambut jiwamu datang dan ada sebercik harap agar kau kembali pulang.
Digelapnya malam ada bintang yang menemaniku, ada mentari yang menghiasi pagiku. Karna tulus dan indahnya cintamu membuatku menjadikanmu raja di dalam hatiku yang akan terus mendekap hati dan jiwaku.
Sekarang semuanya jadi kenangan, kenangan terindah yang hanya sekali kurasakan dalam hidup ini. Percayalah, hatimu akan terus menyatu dengan hatiku begitu juga di hati orang-orang yang menyayangimu Ayah walau kau berada jauh di alam sejahtera itu.
Hanya sepenggal doa yang bisa kutanamkan, duduk, menadahkan tangan, sembari air mata bercucuran, mulut yang tak henti bertutur semoga pada yang kuasa, apalah daya kau telah tiada Ayahku tercinta.
*Penulis merupakan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, semester II.

